Selamat datang di Blog Ambalan Rajekwesi

Senin, 10 Juni 2013

My History


Dewan Ambalan Rajekwesi merpakan nama Dewan Ambalan di SMAN 1 Durenan, Trenggalek. Nama Rajekwesi diambil dari nama gunung di sekitar Kecamatan Durenan. Memang kalau dilihat dari peraturan yang ada, ini menyalahai aturan, karena nama Ambalan adalah nama tokoh pahlawan ataupun tokoh pewayangan. Akan tetapi inilah nama Ambalan kami. Nama ini diambil dari  gunung Rajekwesi dengan harapan Dewan Ambalan di SMAN 1 Durenan tetap kokoh dan kuat seperti Gunung Rajekwesi dan berguna di masyarakat sesuai dengan isi Satya Pramuka yaitu menolong sesama hidup dan ikut  serta membangun masyarakat. Dan nama itu disetujui bersama oleh Dewan Kehormatan/Aktivis Pramuka di SMAN 1 Durenan. Kalau dilihat dari peraturan yang ada lagi, nama Ambalan yang kami miliki kurang sesuai dengan peraturan yang ada, karena suatu Ambalan itu merupakan satuan terpisah, jadi harus ada Ambalan Putra dan Ambalan Putri dengan susunan organisasi sendiri-sendiri di suatu gugus depan. Mengapa hal itu tidak kami lakukan, mungkin kurangnya sosialisasi dari Kwarcab Trenggalek sehingga 90% Ambalan Penegak yang ada di Kwarcab Trenggalek hanya menggunakan 1 nama Ambalan meskipun itu diakui sebagai suatu satuan terpisah. Untuk hal ini tidak usah saling meyalahkan satu sama lain, kita introspeksi diri kita masing-masing. Jikalau kedepannya ada penertiban tentang nama ambalan dan juga administrasinya, kami akan berusaha untuk mengikuti semua jenis peraturan yang sudah digariskan oleh Kwranas.
 Dalam hal berdirinya Dewan Ambalan Rajekwesi belum diketahui dengann jelas, karena menurut penelitian kami, para pembina, aktivis yang senior pun belum terlalu mengerti kapan didirikannya Dewan Ambalan Rajekwesi. Tetapi kami juga tidak bosan-bosan untuk terus mencari informasi tentang itu hingga sekarang. Memang Ambalan yang ada dalam gugus depan kami dulunya tidak memiliki gebrakan-gebrakan untuk memikat hati para Bapak/Ibu Guru ataupun Kamabigus, sehingga Ambalan kami seakan tidak terurus dan berjalan dengan sempoyongan. Akan tetapi mulai periode kepengurusan yang baru ini (2012/2013) kami mencoba mencari titik-titik lemah apa yang kami miliki, dan kami perbaiki agar citra dan image Ambalan kami menjadi baik di kalangan Bapak/Ibu Guru serta Kamabigus. Usaha-usaha yang kami lakukan tidaklah mudah, syukur alhamdulillah usaha yang kami lakukan selama ini kurang lebih sudah ada tanda-tanda kemajuan di Ambalan kami. Mulai dari Bapak/Ibu Guru yang menyambut baik kegiatan-kegiatan kami sampai Kamabiguspun juga menyuport kami meskipun seringkali kita ngeyell atau seenaknya sendiri. Mungkin itulah semangat yang kami kobarkan dalam membangun Ambalan ini, semoga kedepannya Ambalan ini bisa menjadi Ambaln yang benar-benar berguna bagi masyarakat dan bisa mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan Satya Pramuka yang dijadikan kode kehormatan dan kode etika Gerakan Pramuka.
Sistem Organisasi di Dewan Ambalan Rajekwesi seperti sistem organisasi Dewan Ambalan pada umumnya di ketuai oleh seorang  Pradana Putra dan Pradana Putri, sekretaris(Kerani) serta bendahara(Bankir). Kami belum menggunakan sistem sangga yang artinya kami  masih mengggunakan cara menyatu bersama-sama. Seperti yang kita kenal, seharusnnya dalam sebuah Dewan Ambalan harus dibagi menjadi 4 atau 5 sangga kerja yaitu sangga Perintis, Pencoba, Penegas, Pendobrak, Pelaksana. Persangga memiliki program kerja yang berbeda dan harus dilaksanakn dalam satu periode. Namun kami masih belum menerapkan sitem seperti itu, karena kami juga belum terlalu paham mengenai sistem sangga. Dan sistem kelompok yang kami buat hanya sistem kelompok biasa yang berguna untuk memudahkan dalam penyeleksian dan penyortiran anggota-anggota kami yang mempunyai kemampuan dan kemauan lebih dalam bidang Kepramukaan. Kami menyusun program kerja secara bersama-sama dan itu kami wujudkan dalam bentuk event atau acara selama satu periode/masa bhakti.
Kemudian seperti halnya Dewan Ambalan yang lainnya pastilah memiliki lambang Dewan Ambalan serta Pusaka Ambalan. Lambang dewan ambalan Rajekwesi memiliki unsur-unsur seperti tempurung kura-kura, tombak, bintang, tunas kelapa. Makna dari unsur tersebut adalah sebagai berikut :
Ø  Warna dasar pada lambang Dewan Ambalan Rajekwesi adalah merah putih bermakna Nasionalisme.
Ø  3 Bintang bermakna Tri Satya sebagai kode etik dan kehormatan.
Ø  Tulisan “DEWAN AMBALAN” berada di paling atas, bermakna cita-cita Dewan Ambalan yang tinggi.
Ø  Tombak bermakna pusaka Dewan Ambalan Rajekwesi.
Ø  Tempurung kura-kura bermakna Dewan Ambalan yang kokoh dan kuat bagaikan tempurung kura-kura.
Ø  2 Tunas kelapa bermakna satuan terpisah antara pramuka laki-laki dan pramuka perempuan.
Ø  04071/04072 bermakna nomor gugus depan SMAN 1 DURENAN
Ø  Rajekwesi bermakna nama Dewan Ambalan
Ø  Tulisan berwarna hitam bermakna ksatria.

Lalu, Pusaka Ambalan Rajekwesi yaitu Tombak. Mengapa dipilih Tombak? Menurut penelitian kami dari berbagai narasumber, konon Gunung Rajekwesi merupakan salah satu barisan pegunungan dari Kabupaten Trenggalek. Khususnya deretan pegunungan dari Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan sampai Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabaupaten Trenggalek.
Deretan pegunungan itu membentuk suatu bentuk seperti naga yang panjang jika di sorot dari atas dan Gunung Rajekwesi tepat berada di ekornya tersebut. Di sekitar Gunung Rajekwesi terdapat seperti tiang batu yang tinggi dan diselimuti dedaunan yang menyerupai tombak. Dahulu kala di sekitar Kecamatan Durenan sering mengalami bencana alam. Konon tiang batu itulah yang membuat bencana itu mereda dan tertancap di pusaka Dewan Ambalan Rajekwesi yang mengkiaskan tiang batu yang menyerupai tombak yang merupakan tombak keseimbangan di kecamatan Durenan.
Demikian tadi sejarah berdirinya Ambalan Rajekwesi, semua data yang ada di atas merupakan hasil penelitian yang kami lakukan. Apabila ada data yang mungkin kurang benar, kritik dan saran dari insan pembaca sangat kami butuhkan.

SATYA Dharmaku DHARMA Baktiku
AMBALAN RAJEKWESI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar