Dewan Ambalan Rajekwesi merpakan
nama Dewan Ambalan di SMAN 1 Durenan, Trenggalek. Nama Rajekwesi diambil dari
nama gunung di sekitar Kecamatan Durenan. Memang kalau dilihat dari peraturan
yang ada, ini menyalahai aturan, karena nama Ambalan adalah nama tokoh pahlawan ataupun tokoh pewayangan.
Akan tetapi inilah nama Ambalan kami. Nama ini diambil dari gunung Rajekwesi dengan harapan Dewan Ambalan
di SMAN 1 Durenan tetap kokoh dan kuat seperti Gunung Rajekwesi dan berguna di
masyarakat sesuai dengan isi Satya Pramuka
yaitu menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat. Dan
nama itu disetujui bersama oleh Dewan Kehormatan/Aktivis Pramuka di SMAN 1
Durenan. Kalau dilihat dari peraturan yang ada lagi, nama Ambalan yang kami
miliki kurang sesuai dengan peraturan yang ada, karena suatu Ambalan itu
merupakan satuan terpisah, jadi harus ada Ambalan Putra dan Ambalan Putri
dengan susunan organisasi sendiri-sendiri di suatu gugus depan. Mengapa hal itu
tidak kami lakukan, mungkin kurangnya sosialisasi dari Kwarcab Trenggalek
sehingga 90% Ambalan Penegak yang ada di Kwarcab Trenggalek hanya menggunakan 1
nama Ambalan meskipun itu diakui sebagai suatu satuan terpisah. Untuk hal ini
tidak usah saling meyalahkan satu sama lain, kita introspeksi diri kita
masing-masing. Jikalau kedepannya ada penertiban tentang nama ambalan dan juga
administrasinya, kami akan berusaha untuk mengikuti semua jenis peraturan yang
sudah digariskan oleh Kwranas.
Dalam hal berdirinya Dewan Ambalan Rajekwesi
belum diketahui dengann jelas, karena menurut penelitian kami, para pembina,
aktivis yang senior pun belum terlalu mengerti kapan didirikannya Dewan Ambalan
Rajekwesi. Tetapi kami juga tidak bosan-bosan untuk terus mencari informasi
tentang itu hingga sekarang. Memang Ambalan yang ada dalam gugus depan kami
dulunya tidak memiliki gebrakan-gebrakan untuk memikat hati para Bapak/Ibu Guru
ataupun Kamabigus, sehingga Ambalan kami seakan tidak terurus dan berjalan
dengan sempoyongan. Akan tetapi mulai periode kepengurusan yang baru ini
(2012/2013) kami mencoba mencari titik-titik lemah apa yang kami miliki, dan
kami perbaiki agar citra dan image Ambalan kami menjadi baik di kalangan
Bapak/Ibu Guru serta Kamabigus. Usaha-usaha yang kami lakukan tidaklah mudah,
syukur alhamdulillah usaha yang kami lakukan selama ini kurang lebih sudah ada
tanda-tanda kemajuan di Ambalan kami. Mulai dari Bapak/Ibu Guru yang menyambut
baik kegiatan-kegiatan kami sampai Kamabiguspun juga menyuport kami meskipun
seringkali kita ngeyell atau seenaknya sendiri. Mungkin itulah semangat yang
kami kobarkan dalam membangun Ambalan ini, semoga kedepannya Ambalan ini bisa
menjadi Ambaln yang benar-benar berguna bagi masyarakat dan bisa mengabdi
kepada masyarakat sesuai dengan Satya Pramuka yang
dijadikan kode kehormatan dan kode etika Gerakan Pramuka.
Sistem
Organisasi di Dewan Ambalan Rajekwesi seperti sistem organisasi Dewan Ambalan
pada umumnya di ketuai oleh seorang
Pradana Putra dan Pradana Putri, sekretaris(Kerani) serta bendahara(Bankir).
Kami belum menggunakan sistem sangga yang artinya kami masih mengggunakan cara menyatu bersama-sama.
Seperti yang kita kenal, seharusnnya dalam sebuah Dewan Ambalan harus dibagi
menjadi 4 atau 5 sangga kerja yaitu sangga Perintis, Pencoba, Penegas,
Pendobrak, Pelaksana. Persangga memiliki program kerja yang berbeda dan harus
dilaksanakn dalam satu periode. Namun kami masih belum menerapkan sitem seperti
itu, karena kami juga belum terlalu paham mengenai sistem sangga. Dan sistem
kelompok yang kami buat hanya sistem kelompok biasa yang berguna untuk
memudahkan dalam penyeleksian dan penyortiran anggota-anggota kami yang
mempunyai kemampuan dan kemauan lebih dalam bidang Kepramukaan. Kami menyusun
program kerja secara bersama-sama dan itu kami wujudkan dalam bentuk event atau
acara selama satu periode/masa bhakti.
Kemudian
seperti halnya Dewan Ambalan yang lainnya pastilah memiliki lambang Dewan
Ambalan serta Pusaka Ambalan. Lambang dewan ambalan Rajekwesi memiliki
unsur-unsur seperti tempurung kura-kura, tombak, bintang, tunas kelapa. Makna
dari unsur tersebut adalah sebagai berikut :
Ø Warna
dasar pada lambang Dewan Ambalan Rajekwesi adalah merah putih bermakna
Nasionalisme.
Ø 3
Bintang bermakna Tri Satya sebagai kode etik dan kehormatan.
Ø Tulisan
“DEWAN AMBALAN” berada di paling atas, bermakna cita-cita Dewan Ambalan yang
tinggi.
Ø Tombak
bermakna pusaka Dewan Ambalan Rajekwesi.
Ø Tempurung
kura-kura bermakna Dewan Ambalan yang kokoh dan kuat bagaikan tempurung
kura-kura.
Ø 2
Tunas kelapa bermakna satuan terpisah antara pramuka laki-laki dan pramuka
perempuan.
Ø 04071/04072
bermakna nomor gugus depan SMAN 1 DURENAN
Ø Rajekwesi
bermakna nama Dewan Ambalan
Ø Tulisan
berwarna hitam bermakna ksatria.
Lalu,
Pusaka Ambalan Rajekwesi yaitu Tombak. Mengapa dipilih Tombak? Menurut
penelitian kami dari berbagai narasumber, konon Gunung Rajekwesi merupakan
salah satu barisan pegunungan dari Kabupaten Trenggalek. Khususnya deretan
pegunungan dari Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan sampai Desa Kendalrejo, Kecamatan
Durenan, Kabaupaten Trenggalek.
Deretan
pegunungan itu membentuk suatu bentuk seperti naga yang panjang jika di sorot
dari atas dan Gunung Rajekwesi tepat berada di ekornya tersebut. Di sekitar
Gunung Rajekwesi terdapat seperti tiang batu yang tinggi dan diselimuti
dedaunan yang menyerupai tombak. Dahulu kala di sekitar Kecamatan Durenan
sering mengalami bencana alam. Konon tiang batu itulah yang membuat bencana itu
mereda dan tertancap di pusaka Dewan Ambalan Rajekwesi yang mengkiaskan tiang
batu yang menyerupai tombak yang merupakan tombak keseimbangan di kecamatan
Durenan.
Demikian
tadi sejarah berdirinya Ambalan Rajekwesi, semua data yang ada di atas
merupakan hasil penelitian yang kami lakukan. Apabila ada data yang mungkin
kurang benar, kritik dan saran dari insan pembaca sangat kami butuhkan.
SATYA Dharmaku DHARMA Baktiku
AMBALAN RAJEKWESI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar